對上帝沒有難成的事Tiada Yang Mustahil Bagi Allah
恩典每晨都是新的
2024年10月21日,星期一
經文:民數記第11章
**民數記 11:22-23 (和合本)** 「難道給他們宰了羊群牛群,或是把海中所有的魚都聚了來,就夠他們吃嗎?」耶和華對摩西說:「耶和華的膀臂豈是縮短了嗎?現在要看我的話向你應驗不應驗。」
摩西對當時上帝應許餵飽巨大數量的以色列人感到懷疑,摩西詢問上帝如何在曠野中提供足夠的肉給他們吃。然而,上帝強調祂的膀臂是有權力,最終祂以大量的鵪鶉來證明祂的全能,滿足了祂子民的需求。這提醒我們,我們的有限從來不會限制上帝的全能。
在新約裡,也有類似的疑惑發生,當主耶穌以五餅二魚餵飽五千人(約翰福音6:1-13)時,門徒,尤其是腓力,懷疑如何以五餅二魚去餵飽如此多的人。這反映了人在面對似乎無法解決的問題時的自然反應。然而,主耶穌顯示了,在祂的手中,即使是微小的東西也能變成豐盛的祝福。憑藉對祂的信心與能力,五餅二魚足以餵飽數千人。
這兩個事實教導我們,無論在舊約還是新約中,上帝始終是同一位:祂是那位在人看來不可能的事中有能力行事的上帝。當我們面對看似無法解決的情況時,我們不應該只看我們自己的限制,而應該仰望那位偉大的上帝,祂總能以奇妙的方式供應我們的需求。對祂的信心將帶來意想不到的盼望和供應。
榮耀歸於神💒
Rahmat TUHAN Baru Tiap Pagi
Senin, 21 Oktober 2024
Nats: Bilangan 11
Bilangan 11:22-23 (TB) Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?” Tetapi TUHAN menjawab Musa: “Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!”
Musa merasa ragu ketika Tuhan berjanji untuk memberi makan bangsa Israel yang begitu besar jumlahnya. Musa mempertanyakan bagaimana mungkin Tuhan bisa menyediakan daging yang cukup di tengah padang gurun. Namun, Tuhan menegaskan bahwa tangan-Nya tidak kurang kuasa, dan kemudian membuktikan kuasa-Nya dengan mengirim burung puyuh dalam jumlah besar untuk memberi makan umat-Nya. Ini adalah pengingat bahwa keterbatasan kita tidak pernah membatasi kuasa Tuhan.
Keraguan yang serupa juga muncul dalam Perjanjian Baru saat Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang (Yohanes 6:1-13). Para murid-Nya, terutama Filipus, meragukan bagaimana mereka bisa memberi makan begitu banyak orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Keraguan mereka menggambarkan reaksi alami manusia terhadap masalah yang tampaknya tidak mungkin diselesaikan. Namun, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa di tangan-Nya, hal-hal kecil dapat menjadi berkat yang melimpah. Dengan iman dan kuasa-Nya, lima roti dan dua ikan menjadi cukup untuk memberi makan ribuan orang.
Kedua kisah ini mengajarkan kita bahwa baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Tuhan tetap sama: Dia adalah Allah yang mampu melakukan hal yang mustahil menurut logika manusia. Ketika kita menghadapi situasi yang tampaknya tak terpecahkan, kita diajak untuk tidak melihat pada keterbatasan kita, tetapi pada kebesaran Tuhan yang selalu sanggup memelihara kita dengan cara yang ajaib. Iman kita kepada-Nya akan membawa pengharapan dan pemeliharaan yang tak terduga.
Soli Deo Gloria💒
